Kota kenangan kota kenangan tak kan kulupa
Surabaya di tahun empat lima
Kami berjuang kami berjuang bertaruh nyawa……..
Sifat kepahlawanan itu seharusnya kita warisi bersama ~dan jangan sampai kita mengkultuskan patung-patungnya~, terutama dalam mengisi pembangunan. Tidak hanya Surabaya, namun se-antero jagad raya!!! Betul khan???
Namun, sifat kepahlawanan itu kini semakin diwarisi oleh generasi muda dengan keberaniaan untuk ke pah(a)-lawan. Na’udzubillah…..!!! Seperti tampak pada foto yang aku posting ini, hasil jepretan tanggal 17 April di siang bolong. Mudah-mudahan ……lah!!
Moga kita bisa mensikapi nilai kepahlawanan dengan elegan!!!! (S_SIM)

1 komentar:
Saya suka judulnya. Sepertinya anda tahu sejarah Surabaya dari jaman "sepur lempung" yang anda sebut kota pahlawan dan hingga sekarang andapun tahu perubahannya sebagai kota mengadu paha lawan. Mungkin paha lawan itu seperti celengan yang ketika dicolek sedikit maka keluarlah beberapa sen untuk di tukar dengan minyak yang sekarang ini makin langka.
Ngomong2 kok tahu betul soal tempat gituan? Konsuman ya?
Posting Komentar